Wednesday, February 22, 2017

CARA MENCAPAI JANJI ALLAH



“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11:1
Marilah kita melihat dengan mata iman bahwa melalui kebenara-Nya kita bisa memperoleh segalanya apa yang kita mau. Melihat segalanya dari sudut pandang Allah, maka kita dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Tidak ada sesuatu terjadi hanya kebetulan saja. Tuhan selalu punya rencana untuk setiap yang kita alami. Dan Dia selalu setia akan janji-Nya
Tetapi tidak demikian yang terjadi dalam banyak kehidupan Kristen saat ini. Masih banyak yang belum mengerti maksud Tuhan yang sebenarnya. Banyak pertanyaan mengapa hidup ini selalu ada goncangan, mengapa hal itu terjadi, mengapa Tuhan ijinkan semuanya dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul ketika segalanya tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Dalam hal ini kita pasti melihat segala sesuatunya tidak didasarkan pandangan Allah sendiri, akan tetapi banyaknya penghalang yang melingkupi kehidupan saudara.  Kita tidak mengerti bahwa sebenarnya ada berkat yang Tuhan sediakan di balik persoalan hidup kita. Namun hal tersebut haruslah kita alami  agar dapat meraih berkat yang telah tersedia.
Lalu bagaimana kita dapat mengalami terobosan dan melihat bahwa Tuhan telah menyediakan yang terbaik bagi hidup kita?

1. Memiliki Iman yang teguh
“Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.” Ibrani 11:11
Abraham sadar bahwa secara fisik dia dan istrinya sudah tidak mungkin lagi memiliki anak, karena sudah lanjut usia. Tetapi dia belajar melihat dengan mata imannya bahwa Tuhan sanggup menggenapi apa yang telah dijanjikanNya. Dan Tuhan tidak lalai menepati janjiNya kepada Abraham untuk memberikan seorang anak.
Abraham mengandalkan imannya untuk melihat apa yang Tuhan sediakan jauh di depannya, sehingga ia memperoleh apa yang telah dijanjikan kepadanya.

2. Bangun Dari Keterpurukan
“Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.” 1 Raja-raja 19:8
Setelah mengalahkan empat ratus lima puluh orang nabi-nabi baal, Nabi Elia mendapatkan ancaman oleh Izebel. Izebel sangat marah atas perbuatan Elia dan ingin membalasnya. Elia menjadi sangat ketakutan dan kabur ke padang gurun. Di sana ia merasa putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Tetapi Tuhan mengirimkan malaikatNya untuk menolong dia. Tuhan menyampaikan pesanNya agar Elia bangun dan bangkit dari keterpurukannya. Dia menyelesaikan tugas-tugas besar yang Tuhan sediakan baginya.
 Menyadari apa yang Tuhan sediakan di balik setiap masalah yang kita alami tidaklah cukup. Kita harus bangkit dari keterpurukan. Kita harus bangkit dari kesedihan, kekecewaan, sakit hati dan keputus-asaan yang kita alami.
Lepaskan dan tinggalkan segala perasaan tersebut, bangun dan bangkit untuk meraih berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Ada perkara besar yang telah Tuhan sediakan bagi kita yang mau bangkit.

3. Raih Janji Tuhan Dengan Iman
“dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” Bilangan 14:7-8
Ketika Bangsa Israel akan memasuki Tanah Perjanjian, mereka mengirim dua belas orang pengintai untuk melihat keadaan di sana. Setelah mengintai, sepuluh orang mengatakan bahwa negeri tersebut diduduki oleh para raksasa, dan tidak mungkin dapat dikalahkan (Bilangan 13:32-33). Hanya dua orang pengintai, yaitu Yosua dan Kaleb, yang tetap berkeyakinan bahwa Tuhan pasti akan membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian dan merebutnya dari tangan musuh.
Tuhan telah menyediakan berkatNya bagi kita. Walau demikian ada rintangan-rintangan yang memang harus kita lalui. Tidak sedikit dari rintangan tersebut yang membawa kita kepada duka. Tetapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita.
Bangsa Israel dibawa berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun bukanlah tanpa maksud. Tuhan mengajar banyak hal kepada Bangsa Israel. Demikian pula dengan kehidupan kita. Tuhan sedang mengajar kita dalam berbagai masalah yang kita hadapi. Tuhan ingin agar kita dapat terus melihat janjiNya dan percaya bahwa Dia akan memberikannya kepada kita. Dan Tuhan ingin agar kita pergi meraih janji yang telah disediakan tersebut.
Jangan takut akan berbagai rintangan yang ada. Percayalah bahwa tangan Tuhan akan menuntun kita kepada kemenangan. Yakinlah bahwa Tuhan selalu menolong kita. Lihat janji Tuhan dengan mata iman, bangkit dari keterpurukan dan raih janji Tuhan dengan iman.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28

Monday, February 20, 2017

TUHAN MENYEDIAKAN

RENUNGAN HARI INI


Kejadian 22:7-14 
Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Dalam kejadian 22 dikisahkan tentang Abraham mau mengorbankan Ishak kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menghendaki itu terjadi, karena Allah melalui malaikaNya menunjukkan seekor domba jantan sebagai korban bakaran pengganti Ishak.
Abraham membuat satu monumen bersejarah ditempat itu, namanya "Yahweh Tir'eh" yang artinya "Tuhan menyediakan." Janji Allah kepada Abraham adalah menjadikan Abraham menjadi Bapa banyak bangsa. Tetapi apakah Abraham tidak menghadapi masalah untuk mewujudkan janji Allah itu? Iman Abraham diuji oleh Allah.
Mujizat "Tuhan menyediakan" akan terjadi, bila anda lulus dari setiap ujian iman, berjuanglah! Bila anda mengalami ujian iman yang di hadapi seperti Abraham, maka anda sedang mengalami proses yang Tuhan ijinkan untuk kehidupan anda pada level berikutnya

Poin-poin yang simpulkan
  • Ujian yang dialami oleh abraham sebelum dia mengalami mujizat Kejadian 22:2 "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 
  • Abraham menuruti apa yang diperintahkan Tuhan, Kejadian 22:3 "Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya."
  • Abraham menjawab respon Anaknya yang tidak diketahui anaknya bahwa Ishak anak Abraham yang akan dikorbankan. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. "
  • Akibat iman yang dimiliki Abraham atas Ujian yang Allah berikan Allah mengetahui bahwa Abraham takut akan Tuhan dan setia"Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."  
Ujian apa yang anda hadapi saat ini, Tuhan mau kita setia walaupun yang kita korbankan satu-satunya milik kita, karna Tuhan mau melihat kesetiaan kita dihadapan Allah. Karna ketahuilah bahwa Dunia ini dan kehidupan kita adalah kepunyaan-Nya, Abraham yang memiliki ujian yang sangat berat bahwa anaknya sudah ditunggu-tunggu ratusan tahun lamanya, Nahh..ketika anak abraham lahir Tuhan mau ambil, Namun akibat kesetiaan Abraham Allah jadi memberkati kesetiaanya itu melalui berkat yang melimpah.

"Allah mau kita tetap merenungkan kebaikan yang Allah berikan, kebaikan manusia sementara akan tetapi kebaikan Allah itu membawa berkat dan kekal selamanya."