Friday, February 17, 2017

CARA DOA DIKABULKAN TUHAN


Apakah kita memiki Iman, bahwa Tuhan mendengar semua doa-doa kita ? Salah satu kelemahan manusia adalah mempercayai apa yang dilihatnya, sehingga setiap apa yang tidak terlihat pasti diragukan, termasuk doa itu sendiri, seringkali dianggap sepele karena tidak kelihatan.
Terjawabnya doa terkadang tidak bisa langsung terlihat wujudnya, seperti yang dialami kita hamba-Nya. Namun bukan berarti Tuhan tidak mendengar doa-doa kita. Seperti sang anak yang tidak pernah tahu kenapa Bapanya melarang-melarang dirinya bermain pisau. Namun Bapa tahu yang terbaik untuk anaknya, walau sang Bapa harus merelakan perasaannya melihat sang anak menangis, dan menyebutnya sebagai Bapa yang jahat, tidak adil.
Jadi harus bagimanakah agar doa kita dikabulkan ? pastikan doa-doa kita itu sesuatu yang baik, jangan seperti sang anak yang meminta pisau…. dan perhatikan hidup kita apakah sudah layak dimata Tuhan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa :
1.       Dosa dan kejahatan (Yesaya 59:1-2): “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;  tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Ketika kita hidup dalam kedagingan, dan bukannya dalam Roh, kita akan menjadi malas berdoa dan kalaupun bisa berdoa, namun komunikasi dengan Allah tidak lancar. Meskipun kita menerima natur baru ketika kita dilahirkan kembali, natur baru itu masih berdiam dalam tubuh yang lama dan “tenda” kita yang lama sudah korup dan berdosa. Daging dapat mengambil alih kendali atas tindakan, sikap dan motivasi kita kecuali kalau dengan rajin kita “mematikan perbuatan-perbuatan tubuh” (Roma 8:13) dan dipimpin oleh Roh dalam hubungan yang benar dengan Allah. Hanya demikian kita akan mampu untuk berdoa dalam persekutuan yang dekat dengan-Nya.
2.       Menutup diri terhadap orang lemah (Amsal 21:13): “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”
Janganlah kita menutup telinga dan tidak peduli akan beban orang lain. Belajar mendoakan beban orang lain. Kalau kita tidak perduli terhadap kebutuhan orang lain, Allah bisa saja tidak mempedulikan doa kita. Ketika kita menghampiri Allah dalam doa, perhatian utama kita haruslah kehendak-Nya. Yang kedua adalah kebutuhan orang lain. Hal ini berasal dari pemahaman bahwa kita harus mempertimbangkan orang lain lebih dari diri sendiri dan memperhatikan kepentingan mereka melebihi kepentingan kita sendiri (Filipi 2:3-4).
3.       Tidak  mengampuni sesama saudara (Markus 11:25): “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”
Ketika kita menolak mengampuni orang lain, akar kepahitan mulai bertumbuh dalam hati kita dan mencekik doa-doa kita. Bagaimana kita dapat berharap Allah mencurahkan berkat-Nya atas kita, orang berdosa yang tidak layak, kalau kita menyimpan kebencian dan kepahitan terhadap orang lain? Prinsip ini digambarkan secara indah dalam perumpamaan hamba yang tidak mengampuni dalam Matius 18:23-35. Cerita ini mengajarkan bahwa Allah telah mengampuni hutang kita yang tak terbayangkan besarnya (dosa kita), dan Dia mengharapkan kita mengampuni orang lain sebagaimana kita telah diampuni. Menolak melakukan itu akan menghalangi doa-doa kita.
4.       Keragu-raguan (Yakobus 1:6-7):  “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”
Karena kita datang kepada Allah dengan keyakinan bahwa Dia akan mengabulkan permohonan kita, bukan berarti Dia akan merasa wajib untuk mengabulkan. Berdoa tanpa ragu artinya berdoa dalam keyakinan dan pemahaman akan karakter, natur dan motif Allah. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6). Ketika kita menghampiri Allah dalam doa, meragukan karakter, tujuan dan janji-janji-Nya berarti kita amat menghina Dia. Keyakinan kita haruslah pada kesanggupan-Nya mengabulkan semua permohonan yang sesuai dengan kehendak dan tujuan-Nya dalam hidup kita. Kita harus berdoa dengan pemahaman bahwa dalam situasi terburuk pun itu adalah scenario Tuhan yang paling baik.
Kesimpulan :
Tahukah kamu, ada seorang anak yang begitu kangen akan quiche (makanan perancis, seperti pie) yang biasa dibuat bersama-sama temannya. Namun sekarang karena dia sedang studi ditempat lain (dan home sick…) dia hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan damai sejahtera.
Pada suatu waktu, ketika istirahat siang… ada konsumsi yang diberikan oleh orang gereja. Dan konsumsi tersebut adalah quiche! Pada saat itu air matanya mengalir, dan berkata dalam hati betapa baik dan besar kuasanya Tuhan. Dari hal-hal sekecil apa pun Tuhan perhatikan. Makanan ini hampir tidak ada yang menjual entah bagaimana caranya Tuhan bisa membawakan untuk dirinya.
(Luk 15:11-32) Sesungguhnya Tuhan selalu mendengar doa-doa kita, hanya kitalah yang suka berpikir seperti anak sulung yang merasa : “Tuhan kenapa si bungsu diberi lebih, padahal dia telah jauh daripada engkau”
Tapi jawab Tuhan : “segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu, Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
Jadi, mari bangun kembali mezbah doa kita, bangun kembali manusia roh kita jangan menjadi orang Kristen yang "aktivitas diluarnya" banyak, tetapi ketika diminta “didalam” yaitu dalam rohnya ternyata tidak ada apa-apanya. Beranikan diri untuk berdoa di komsel, bawa Firman, ajak teman-teman beribadah, dan bersukacitalah ketika teman yang telah hilang ditemukan kembali.

Thursday, February 16, 2017

HIDUP OLEH KUASA ROH KUDUS

Hidup Dalam Pimpinan Kuasa Roh Kudus. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Hidup Dalam Pimpinan Kuasa Roh Kudus.Saudaraku, setiap orang percaya yang ingin menjadi warga Kerajaan sorga harus memiliki standar hidup yang sesuai dengan apa yang Allah Bapa kehendaki. Satu hal yang harus dicapai oleh setiap orang percaya adalah kesempurnaan hidup. Sebab apabila kita tidak bisa mencapai standar kesempurnaan yaitu menjadi sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna, maka kita tidak mungkin akan berkenan kepada Allah. Tuhan Yesus telah memberikan contoh cara hidup yang berkenan kepada Allah Bapa. Contoh cara hidup yang diberikan oleh Tuhan Yesus itu adalah melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga.

Jadi dalam hal ini kita bisa mengerti bahwa untuk masuk sorga, tidak cukup bagi kita hanya menjadi orang kristen. sebab kalau hanya menjadi kristen tanpa melakukan kehendak Allah Bapa, maka tetap saja tidak akan diterima di dalam Kerajaan sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;
Matius  7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Bila berpikir dengan pikiran kita sebagai manusia yang masih memiliki sifat dosa yang melekat pada tubuh kita, maka kalau harus jujur berkata, akan mustahil kita bisa mencapai kesempurnaan seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki. Namun dalam hal ini perlu kita ingat bahwa bagi manusia itu mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Persoalannya sekarang adalah, untuk hidup melakukan kehendak Allah itu, kita mau atau tidak mau. Sebab kalau kita mau maka Roh Kudus akan memberikan kekuatan kepada kita, Roh Kudus akan menolong kita, Roh Kudus akan memimpin kita dalam segala hal dan memampukan kita untuk melakukan semua yang menjadi kehendak Allah. Itulah fungsinya Roh Kudus diberikan oleh Allah Bapa di sorga sebagai penolong bagi kita.
Jadi disaat kita percaya bahwa di dalam Tuhan Yesus kita telah menerima janji keselamatan, maka yang perlu kita lakukan adalah mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar.
Mengerjakan keselamatan berarti harus melakukan semua kehendak Allah. Kita tidak punya pilihan lain. Kalau memang kita ingin diselamatkan dalam Tuhan Yesus Kristus, maka harga matinya adalah melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga, dan jika tidak maka kita tidak bisa menerima keselamatan.
Sampai pada level ini yang diperlukan adalah keputusan kita dalam menentukan pilihan. Sekarang kita harus memilih mau berada dipihak mana, apakah dipihak Allah atau di pihak iblis. Memilih berada dipihak Allah berarti memilih keselamatan, dan jika dipihak iblis berarti memilih kebinasaan.
Jika kita memilih berada dipihak Allah, maka langkah selanjutnya adalah kita harus melepaskan diri dari segala keterikatan dengan dunia, dan mematikan semua keinginan diri, hasrat hati, dan berbagai hawa nafsu dunia yang masih ada dalam hati dan pikiran kita. Itu artinya dalam hidup ini, kita sudah tidak boleh lagi memiliki keinginan lain, selain menginginkan Tuhan dan Kerajaan-Nya.
Renungan Harian : Hidup Dalam Pimpinan Kuasa Roh Kudus
Inilah yang sering saya katakan sebagai memindahkan fokus hidup. Kalau selama ini semua yang kita pikirkan, semua yang kita inginkan, semua yang kita kejar, adalah berbagai kesenangan hidup dunia, maka sekarang yang harus menguasai hati dan pikiran kita hanyalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. Artinya kita harus mulai memindahkan hati kita ke Kerajaan sorga.
Tidakan ini akan mengubah pola pikir kita. Kita akan mulai berpikir dunia bukan bagianku, sebab semua yang ada di dalam dunia ini adalah fana. Semua yang ada di dalam dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya. Kita mulai berpikir, harta kita yang sesungguhnya ada di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Pola pikir seperti inilah yang akan membuat kita semakin bergairah untuk mencari Allah dan Kerajaan-Nya.
Orang yang memiliki harta kekayaan di dunia ini, baik itu berupa rumah, mobil, deposito di bank, dan berbagai fasilitas hidup lain yang dimilikinya, maka pikirannya akan selalu tertuju kepada semua yang ia miliki. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;
Matius 6:21 "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
Supaya kita mampu untuk memindahkan hati kita ke Kerajaan sorga, maka kita harus memberi diri untuk hidup dalam pimpinan kuasa Roh Kudus. Orang percaya yang memberi diri untuk hidup dalam pimpinan kuasa Roh Kudus, ini adalah ciri dari gaya hidup anak-anak Allah. Firman Tuhan katakan;
Roma  8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah"
Jadi orang-orang percaya yang tidak memberi dirinya supaya hidup dalam pimpinan Roh Kudus, dapat dipastikan mereka bukan anak-anak Allah, tetapi anak-anak dunia. Sebab semua anak-anak Allah harus memberi diri hidup dalam pimpinan Roh Allah.
Ingat saudaraku, hidup dalam pimpinan Roh, itu artinya keinginan yang ada dalam diri kita sudah bukan lagi keinginan diri sendiri yang penuh dengan berbagai kesenangan hidup dunia. Tetapi keinginan yang ada  dan harus menguasai hati dan pikiran kita adalah keinginan Roh, yang akan menuntun kita untuk melakukan apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Galatia 5:24 "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,"
Memberi diri hidup dalam pimpinan Roh, itu artinya kita juga tidak boleh lagi memiliki agenda hidup yang lain. Sebab agenda hidup kita hanya satu yaitu hidup untuk memuliakan Allah Bapa di sorga.
Dengan memberi diri hidup dalam pimpinan Roh, maka Roh Kudus akan memberi kepekaan kepada kita untuk mengerti apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Lewat berbagai persoalan hidup yang kita hadapi dan kita alami, Roh Kudus akan terus mengajar kita dan terus menuntun kita kepada kesempurnaan hidup seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.
Dengan demikian seluruh gerak hidup kita, baik gerak pikiran, perasaan, perkataan, perbuatan, dan tindakan kita, semuanya akan menyukakan dan menyenangkan hati Allah Bapa dan Tuhan Yesus di sorga.
Semua orang percaya yang telah menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, harus mati bagi semua keinginan diri sendiri, dan hidup hanya untuk Kristus. Sebab orang yang menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, sama dengan orang yang telah menjual hak hidupnya untuk mendapatkan keselamatan tersebut. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;
I Korintus 6:20 "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"
Hidup kekristenan yang benar itu ya seperti ini. Jadi kalau kita tidak mau hidup dalam pimpinan Roh Kudus, kalau kita tidak hidup untuk memuliakan Tuhan, kalau kita tidak hidup menyukakan dan menyenangkan hati Allah Bapa di sorga, maka kita bukan orang kristen yang benar. Dan itu menunjukan kita juga sebenarnya tidak percaya kepada Allah.
Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita mengerti tujuan hidup kita yang benar, sehingga kita mau mengambil keputusan untuk memberi diri hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

sumber
http://renunganhariini.com